Senin, 11 Januari 2010

Sering Bercinta, Serangan Jantung Menjauh
Restia Juwita

Artikel Terkait

* Ciuman-ciuman yang Mengejutkan Wanita
* Pria Pikirkan Seks Hampir 5.000 Kali Setahun

10/01/2010 19:59 | Seks
Liputan6.com, Massachusetts: Tahukah Anda bahwa laki-laki yang sering melakukan hubungan seks akan berkurang 45 persen kemungkinannya terkena serangan jantung daripada laki-laki yang jarang berhubungan seks. Penelitian ini dilakukan kepada lebih dari 1.000 orang, dan hasilnya menunjukkan bahwa seks memiliki efek perlindungan pada jantung laki-laki.

Setiap tahun penderita serangan jantung di Britania mencapai 270 ribu orang. Meskipun seks telah lama dianggap baik untuk kesehatan fisik dan mental, baru ada sedikit bukti ilmiah yang menunjukkan manfaat hubungan antara seks dan penyakit jantung.

Dalam studi terbaru, ilmuwan di New England Research Institute di Massachusetts, dilacak aktivitas seksual pria berusia antara 40-70. Para peneliti juga memperhitungkan faktor risiko lain seperti umur, berat badan, tekanan darah, dan kadar kolesterol. Hasilnya, orang-orang yang bercinta setidaknya dua kali seminggu cenderung jauh lebih kecil memiliki penyakit jantung ketimbang mereka yang bercinta sekali sebulan atau kurang, seperti dilansir The Telegraph, Jumat (8/1).

Menurut peneliti, manfaat seks bisa memberikan efek pada tubuh, yakni fisik dan emosional yang baik. Pria yang sering melakukan aktivitas seksual lebih sehat dibanding yang tidak sering, karena seks bisa menggurangi tingkat stres dan memberikan dukungan sosial. Pun, seks dalam beberapa bentuk memiliki komponen kegiatan fisik yang dapat langsung berfungsi untuk melindungi kesehatan jantung.

Sebuah studi awal di National Cancer Institute di AS menunjukkan pria yang mengalami ejakulasi melalui hubungan seks atau masturbasi, setidaknya lima kali seminggu, punya kemungkinan jauh lebih kecil terkena kanker prostat.

Sementara, seks sekali atau dua kali seminggu di musim dingin dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan mengurangi kemungkinan terkena pilek dan flu, menurut para peneliti di Wilkes University, Pennsylvania. Mereka menemukan hal itu dapat meningkatkan kadar imunoglobulin A atau IGA yang mengikat untuk organisme yang menyerang tubuh dan kemudian mengaktifkan sistem kekebalan tubuh untuk menghancurkan mereka.

Selain itu, seks teratur bahkan dapat mendorong indera penciuman seorang wanita dengan memicu pelepasan hormon yang disebut prolaktin, menurut para ilmuwan di Universitas Calgary di Kanada. Ini mungkin sebuah mekanisme untuk membantu mengikat ibu dengan bayi yang baru lahir.(YUS)

Bongky, Produser Kebal Pembajakan
Azwin Nugraha
img

11/01/2010 16:44 | Musisi
Liputan6.com, Jakarta: Nama grup musik Warteg Boyz yang belakangan muncul meramaikan percaturan musik anak bangsa boleh dibilang tak asing lagi. Tapi mungkin Anda tidak tahu sosok di balik kesuksesan band yang mengusung aliran Pantura Musik Centre itu. Dia adalah Bongky Marcel Ismail, mantan pembetot bas BIP. Bongky berbagi sedikit cerita tentang kesuksesan single Warteg Boyz, Okelah Kalo Begitu.

Menurut Bongky, awalnya ia memang sengaja menaruh lagu Okelah Kalo Begitu di dunia maya sebagai file yang gratis diunduh. Namun, mantan pemain bas Slank ini punya strategi di balik semua itu. "Pertama sih gue kasih gratis. Tapi yang gratisan itu belum gue racik, jadi masih ecek-ecek deh". Demikian diungkapkan Bongky ketika diwawancara Liputan6.com via telepon di Jakarta, Senin (11/1).

Lantas, apakah artinya Bongky mendukung pembajakan lagu? Bagi pria yang mulai eksis di dunia musik pada akhir era 80-an ini, piracy atau pembajakan bukan menjadi masalah selama musik Tanah Air terus menanjak. Bongky pun tak acuh. "Gue udah apatis deh kalau soal gituan," kata seniman musik yang humoris itu.(ASW/ANS)

kasus century

BPK Hitung Kerugian Negara Akibat Skandal Century
Zumrotul Muslimin

Artikel Terkait

* KPK Periksa Empat Petinggi BI
* Robert Batal Beri Keterangan ke Pansus
* JK Siap Hadapi Pansus Century

11/01/2010 16:11
Liputan6.com, Jakarta: Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tengah menghitung kerugian negara dalam kasus Bank Century. Hasil penghitungan akan dijadikan dasar bagi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penuntutan. "Penilaian atas besarnya kerugian negara harus pasti dan tak boleh dikira-kira," kata anggota Panitia Khusus Angket Century, Andi Rahmat di Jakarta, Senin (11/1) seperti dikutip ANTARA.

Menurut Andi, berdasarkan undang-undang yang ada, pihak yang berwenang memutuskan besaran kerugian negara adalah BPK dan bukan lainnya. Apabila sudah jelas berapa kerugian yang ditanggung negara akibat pengucuran dana talangan (bailout) untuk Bank Century berdasarkan investigasi BPK, menambahkan, selanjutnya dilimpahkan ke KPK untuk ditindak lanjuti secara hukum.

Mengenai pelanggaran-pelanggaran hukum atas UU yang ada, Andi menegaskan, sudah jelas dalam bailout Century itu ada sejumlah UU yang dilanggar, semisal UU tentang Jaring Pengaman Sistem Keuangan (JPSK) dan UU tentang Perbankan. "Masalah ini ternyata sangat dalam dan sistemik. Yang sistemik itu masalahnya dan bukan Bank Century," ujar politisi dari Partai Keadilan Sejahtera tersebut.(JUM)

kasus bank century

http://berita.liputan6.com/hukrim/201001/258444/BPK.Hitung.Kerugian.Negara.Akibat.Skandal.Century

Template by : kendhin x-template.blogspot.com